“Audit Sosial, Bantu Pemda untuk Evaluasi Program Pemulihan Pasca Bencana Sulawesi Tengah”

“Audit Sosial, Bantu Pemda untuk Evaluasi Program Pemulihan Pasca Bencana Sulawesi Tengah”

“Audit Sosial, Bantu Pemda untuk Evaluasi Program Pemulihan Pasca Bencana Sulawesi Tengah”

Hal yang cukup menarik terlihat saat kegiatan Seminar hasil Audit Sosial program pemulihan bencana bempa bumi dan tsunami yang dilaksanakan oleh PKBI JMK Oxfam di ballroom Hotel Santika pada tanggal 14 September 2020 lalu. Pertama karena proses audit sosial merupakan hal yang masih belum terlalu banyak dilakukan terutama untuk agenda–agenda yang berkaitan dengan pemulihan masyarakat pasca bencana. Kedua adalah proses audit dilakukan oleh perwakilan masyarakat yang dilatih bersama dengan pemerintah desa. Dan hasil audit pun dipresentasikan oleh masyarakat melalui Community Organizer (CO) yang selama ini menjembatani program dengan pemerintah desa. Selanjutnya proses ini juga menjadi menarik karena muncul pertanyaan dari peserta yang justru membuat hasil audit yang dilakukan terkoreksi dan mendapat banyak masukan untuk penyempurnaan dan perbaikan proses ke depannya. 

Seminar hasil Audit Sosial PKBI JMK Oxfam diikuti oleh lebih kurang 35 peserta yang berasal dari perwakilan OPD di lingkungan pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, perwakilan NGO local dan International yang sedang beraktifitas di Sulawesi tengah. Serta perwakilan masyarakat dari 3 wilayah dampingan PKBI JMK Oxfam yaitu kota Palu, Kabupaten sigi dan Donggala. Audit sendiri dilakukan di 3 lokasi yaitu di kelurahan Duyu, Desa lengaleso dan Desa Toaya. Dengan fokus pada isu gender, wash dan livelihood (mata pencaharian).

WhatsApp Image 2020-09-14 at 17.14.22-1
Yospine Liku La’bi yang bertindak selaku Lead Program PKBI JMK Oxfam menyebutkan bahwa seminar Audit Sosial ini terlaksana setelah melewati beberapa proses tahapan dan difasilitasi oleh Tenaga Ahli dari internal anggota JMK yang berasal dari lembaga IDEA Jogja. Kehadiran Tenaga Ahli tidak hanya pada saat seminar, tetapi sudah mendampingi sejak pelaksanaan TOT Audit social, pembentukan tim Audit, pelaksanaan audit di lapangan serta mendampingi saat pembahasan audit sampai dengan seminar hasil. Kehadiran Tenaga Ahli JMK sangat membantu karena metodologi audit sosial sangat layak untuk ditindaklanjuti untuk agenda-agenda kemanusiaan, pungkas Direktur PKBI Sulteng yang akrab di panggil mama Lead ini. 

Dalam proses seminar sendiri, 3 orang CO masyarakat mempresentasikan hasil audit yang mereka fasilitasi di desa masing-masing. Diwarnai dengan pertanyaan yang sangat konstruktif dari peserta yang sebagian besar adalah perwakilan OPD Provinsi, menjadi masukan untuk perbaikan ke depan. Menurut Veronika, tenaga ahli Audit sosial, bahwa proses yang dilakukan pada dasarnya cukup baik, namun sedikit terkendala dengan waktu yang sempit. Kondisi pandemi covid19 menjadi sedikit tantangan karena PKBI JMK Oxfam tidak bisa melaksanakan TOT yang lebih komprehensif. Namun sebagai sebuah permulaan, hal ini sudah cukup luar biasa, lanjut Vero. 

Sebelumnya dalam acara pembukaan, Kepala Dinas Sosial provinsi Sulawesi tengah, Drs. Ridwan Mumu, MSi, menyebutkan bahwa pemerintah Provinsi memberikan penghargaan sebesar-besarnya pada PKBI JMK Oxfam yang tetap konsisten memberikan pendampingan pada masyarakat.  Kehadiran program JMK Oxfam yang saat ini di pimpin oleh PKBI Sulawesi Tengah sangat bermanfaat terutama yang berkaitan dengan upaya peningkatan kapasitas bagi perempuan dan kelompok rentan. Hal ini diharapkan dapat menguatkan perempuan dan kelompok rentan untuk menjadi aktor perubahan yang punya andil pada pembangunan Sulawei Tengah. Serta memberi ruang yang sama untuk keterlibatan aktif dalam pembangunan, ruang kemitraan terbuka lebar bagi perempuan dan kelompok rentan untuk lebih aktif memberi masukan bagi kebijakan yang inklusif. 

WhatsApp Image 2020-09-14 at 11.34.02-1

Ridwan juga menyoal kepada temuan audit PKBI JMK Oxfam terutama berkaitan dengan masalah air dan sanitasi. “Kita akan membawa hasil audit ke forum sub cluster WASH provinsi untuk kita dorong upaya perbaikan.  Termasuk juga dengan peristilahan ‘data terpilah’ yang masih tergolong baru terutama di masyarakat dan pedesaan. Ini akan menjadi perhatian pemerintah dan kita mengapresiasi teman-teman CO yang sudah terlatih dan bekerja ikhlas”, lanjut Ridwan yang mengikuti agenda sampai selesai. 

Pelaksanaan seminar hasil audit merupakan rangkaian penutup dari proses audit yang sudah dimulai sejak awal September 2020. Nining rahayu, Senior Officer GEDSI menyebutkan bahwa, audit sosial sangat baik untuk dijadikan agenda rutin juga oleh pemerintah daerah. Nining mengacu pada pertanyaan kritis yang disampaikan oleh perwakilan OPD yang sangat membantu penyempurnaan hasil. Artinya, ketertarikan pemerintah dengan hasil ini, menunjukkan bahwa ini akan sangat bermanfaat untuk melakukan evaluasi internal pemerintah dengan metode yang berbeda. Sebagai catatan dan pengingat, pada acara penutupan ditandai dengan penyerahan hasil rekomendasi audit oleh tim PKBI JMK Oxfam kepada pemerintah daerah yang di wakili oleh kepada Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah. 

Program Masa Pemulihan Bencana, Gempa Bumi, Tsunami Di Sulawesi Tengah yang dilaksanakan oleh PKBI-JMK-Oxfam melalui suatu konsorsium 15 lembaga anggota JMK telah berjalan hampir 1 tahun. JMK merupakan jejaring nasional kemanusiaan yang beranggotakan 23 NGO se Indonesia dan dikelola melalui suatu manajemen jejaring yang terdiri dari JEMARI Sakato Sumatera Barat selaku kordinator Jejaring, CIS Timor NTT selaku kordinator Pilar Humanitarian, SUAR Indonesia Kediri kordinator Pilar advokasi serta PKBI Sulsel selaku koordinator Pilar keberlanjutan dan penguatan kapasitas.   

*******

Artikel ini sudah di muat di media dibawah: 

https://www.sultengnews.com/audit-sosial-bantu-pemda-evaluasi-program-pemulihan-pasca-bencana-sulawesi-tengah/