JMK Oxfam Konsisten Berada dalam Lingkup Kolaborasi Bersama Dinas Sosial

JMK Oxfam Konsisten Berada dalam Lingkup Kolaborasi Bersama Dinas Sosial

JMK Oxfam Konsisten Berada dalam Lingkup Kolaborasi Bersama Dinas Sosial

“JMK Oxfam menjadi satu-satunya lembaga yang tetap berkolaborasi bersama Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah dari fase darurat bencana hingga pemulihan” Kalimat tersebut dengan tegas diucapkan Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Provinsi Sulawesi Tengah Drs. Ridwan Mumu dalam kegiatan advokasi kebijakan publik seluruh sektor yang dilaksanakan di kantor Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah oleh JMK-Oxfam. Ridwan Mumu menilai, JMK-Oxfam sejak fase tanggap darurat bencana, fase rehabilitasi pasca bencana hingga program pemulihan pasca bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah terus berkomitmen mendampingi dan membantu proses percepatan pemulihan bencana yang telah memporakporanda Sulawesi Tengah pada 28 September 2018 silam. Komitmen yang dibangun JMK-Oxfam tersebut, sejalan dengan sinergitas yang dibangun bersama pemerintah daerah dalam menjalankan program yang digagasnya. JMK Oxfam telah bahu membahu bersama pemerintah Provinsi dan 3 Kabupaten Kota (Palu, Sigi, Donggala). “Beragam suka duka dan dinamika dilalui dalam upaya membantu penyintas yang  jumlah tidak sedikit,” kata Ridwan Mumu. 

10 

(Kepala Dinas Sosial Sulteng, Ridwan Mumu (Tengah) bersama Lead Recovery JMK Oxfam, Yospina Liku La’Bi (Kanan) dan Senior Officer Gedsi, Nining Rahayu (Kiri). Foto: Degina Adenessa)

Sejatinya, JMK-Oxfam sendiri menilai, sinergitas yang dibangun bersama pemerintah merupakan upaya untuk mendorong pembangunan yang memuat sebenar-benarnya hakekat pembangunan yakni kapasitas dalam melakukan pembangunan, pemerataan dari haisl pembangunan untuk seluruh kelompok masyarakat, pemberdayaan melalui pemberian hak dan wewenang kepada masyarakat serta pembangunan yang berdasar pada keberlanjutan. 
Ridwan Mumu memberikan apresiasi atas metode yang dilakukan JMK Oxfam dalam menjalankan program organisasi. Ridwan Mumu menilai, ada tiga hal yang secara konsisten terus dilakukan oleh JMK Oxfam yakni koordinasi, sinergitas dan kolaborasi. Ketiga aspek tersebut telah membawa dampak yang luar biasa bagi percepatan pemulihan bencana di Sulawesi Tengah.
“Koordinasi ini adalah kata yang sangat mudah diucapkan, namun untuk pengaplikasian di lapangan sungguh sangat sulit. Saya bersyukur, JMK Oxfam tidak melewati aspek penting ini sehingga dalam penyaluran bantuan selalu tepat sasaran,” ucap Ridwan Mumu. Secara rinci, Ridwan Mumu memaparkan bentuk kerjasama antara pemerintah daerah bersama JMK-Oxfam yang telah dibangun baik dalam tahap koordinasi, sinergitas dan kolaborasi program pemerintah dan lembaga JMK-Oxfam.

Sinkronisasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)
Dalam program pengarusutamaan gender, disabilitas dan inklusi sosial, JMK Oxfam dalam melakukan intervensi di 33 desa dampingan, melakukan sinkronisasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) baik di tingkat Provinsi, Kabupaten ataupun Kota. Program tersebut secara garis besar mendorong pembangunan pemerintah serta kebijakan daerah yang ramah terhadap kelompok rentan. “Saya menawarkan kepada JMK Oxfam, bahwa kami akan memberikan DTKS dan Alhamdulillah JMK-Oxfam dalam melakukan intervensi, ber-asas pada DTKS tersebut.”
Bentuk sinergitas yang lainnya yakni, JMK-Oxfam turut membantu secara teknis dalam pembaharuan dan sinkronisasi DTKS antara Provinsi, Kabupaten dan Kota melalui Community Organizer yang terdapat di 33 desa dampingan dalam melakukan pendataan kelompok rentan di suatu daerah meliputi Lanjut Usia, Anak, Ibu Hamil, Perempuan Kepala Keluarga, Disabilitas dan kelompok rentan lainnya.

12
 
Kolaborasi Bantuan Modal Usaha
Ridwan Mumu mengatakan program bantuan modal usaha yang dilaksanakan JMK-Oxfam dalam upaya pemulihan ekonomi pasca bencana dan membangun ketangguhan ekonomi, merupakan salah satu program yang cukup membantu dan benar-benar sinkron dengan program yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial Provinsi. “Dan hasil kolaborasi JMK-Oxfam bersama Dinsos adalah program bantuan modal usaha kepada 4.344 KK di PASIGALA. Ini sangat bermanfaat bagi masyarakat utamanya penyintas. Dinsos mendukung data DTKS untuk melaksanakan program ini agar tepat sasaran,” jelasnya.

Forum Sinergitas Stakeholder
Dinas Sosial juga menjadi bagian dari forum sinergitas stakeholder yang dilaksanakan JMK-Oxfam, yang mana dalam pertemuan-pertemuan maupun advokasi kelompok rentan yang dibangun JMK-Oxfam selalu melibatkan Dinas Sosial di dalamnya. “Kemarin, mereka sempat membuat forum kelompok rentan yang akan menjadi mitra Dinas Sosial dalam menjalankan program. Saya rasa ini adalah hal yang patut diapresiasi tentang keberlanjutan yang JMK-Oxfam ciptakan.”

Penyediaan air bersih dan promosi kesehatan
Ridwan Mumu mengatakan, sinergitas yang dibangun juga terkait pada penyediaan sarana air bersih yang diketahui menjadi salah satu kebutuhan dasar manusia. “Dalam situasi Covid-19, JMK memberikan tandon untuk cuci tangan yang akan didistribusikan oleh Dinsos ke desa-desa yang membutuhkan,” kata Ridwan Mumu. Bukan hanya itu, promosi kesehatan menjadi hal yang konsisten dilaksanakan oleh JMK Oxfam hingga hari ini. “Saya katakana kepada JMK-Oxfam bahwa kantor Dinas Sosial adalah kantor JMK Oxfam dan sebaliknya, kantor JMK Oxfam adalah kantor Dinas Sosial. Ini adalah analogi yang menggambarkan bagaimana kolaborasi ini berjalan begitu baik”

Teks dan Foto: Degina Adenessa