KEMANDIRIAN ITU SENYATA KEINGINAN UNTUK TERUS HIDUP

KEMANDIRIAN ITU SENYATA KEINGINAN UNTUK TERUS HIDUP

KEMANDIRIAN ITU SENYATA KEINGINAN UNTUK TERUS HIDUP
Cerita Pak Lami, salah seorang Anggota kelompok Usaha Tani Dampingan JMK Oxfam di Desa Langaleso 

“Ya saya itu petani, wong orang tani ya biar tetap hidup harus cepat bangkit. Bangun sumur sendiri. Ndak mau saya tunggu sampai ada bantuan. Ndak bisa hidup nanti” .  – (40an thn)

Waktu itu pasca gempa , masih oleng-oleng itu jalan karena gempa susulan terus. Saya  jalan lihat-lihat lahan saya yang bisa saya tanami lagi. Alhamdulillah meski gempa cukup besar, lahan saya aman. Daun sup* yang saya tanam sebelum gempa juga masih ada. Saya ke tempat lahan yang lain, disitu masih terendam lumpur, saya liat ada mayat, bukan cuman satu, saya keluarin, saya pacul saya kumpulin. Baru ada teman-teman lain. Sama-sama, kita kuburkan itu semua mayat. Besok lanjut begitu lagi sampai beberapa hari kerjaan saya itu ya nyari mayat, bersih-bersih lahan dan bangun sumur. 

"Kalau nda cepat gerak, wess. Abis. Ya saya itu petani, wong orang tani ya biar tetap hidup harus cepat bangkit. Bangun sumur sendiri. Ndak mau saya tunggu sampai ada bantuan. Ndak bisa hidup nanti. Sekarang ini sudah enak. Sudah ada bantuan. Tapi saya ndak mau tunggu itu nanti ada bantuan. Saya harus mandiri untuk bisa terus hidup". 

 

16
Pak Lami di lahan pertaniannya  saat akan memulai panen pare

Saya ini kan dulunya dari banyuwangi,  datang merantau disini sejak 94, itu saya belum tau bertani. Jadi saya datang kesini saya lihat ada peluang tani. Karena memang lingkungan keluarga itu saya tani,  sering saya lihat caranya. Jadi illmu  yang saya dapatkan bukan dari sekolah  tapi  mandiri dari keluarga, dari teman-teman saling tukar pengalaman, kalau mau tanam semangka, ya saya bergaul sama tani yang nanem semangka.  Pengen nanem daun sup, berteman dengan yang tanam  daun sup. Terus begitu sampai sekarang berhasil mandiri jadi tani ndak kerja sama orang lain. Ya enaknya, kalau kerja mandiri gini, capek ya istirahat sendiri. Mau mulai jam berapa ,dan selesai jam berapa ya saya bisa nentuin sendiri.


18 
Pak Lami tanpa  kesulitan memindahkan hasil panen parianya seberat 30kg dalam satu  karung 

Semua orang itu bisa nanem, tapi ndak semua orang bisa menjiwai dan merawatnya. Itu butuh ketekunan. Lha saya ini karena dari lahir sudah begini, kan kalau pandanganya  orang-orang, saya ini  dibilang disabilitas, orang disabilitas ndak bisa apa-apa.  Tapi saya ndak mau kalah dengan orang normal lainnya. Prinsip saya, saya pasti bisa. Saya tetap bisa kerjakan apa saja.  Saya tetap sejajar sama orang normal lainnya. Jadi teman-teman semua juga udah biasa. Hari-hari mereka liat saya ini kerja ndak ada bedanya dengan yang lain. ndak minder saya. Tapi ya kalau panjat kelapa ya saya ndak bisa.  Ada juga kerjaan lain yang saya kasih ke orang. Saya juga ndak mampu kalau pergi ke lahan nanti sudah siangan. Harus pagi-pagi sekali, kadang abis subuh berangkatnya. Trus istirahat pulag dulu jam 11an, pergi lagi jam duan siang trus pulangya sore, jam lima sudah dirumah. 

 19
Tidak hanya di lahan pertaniannya, Pak  Lami juga rajin merawat tanaman di halaman depan rumahnya

Setelah gempa , jarak satu bulan itu saya sudah panen  daun sup. Lagi pas harganya itu naik. Sekarung dapat lima puluh ribu. Senang sekali saya. Makanya saya ndak tunggu waktu lama terus ada modal nanam lagi. 
Bagi saya ya Semua orang itu mungkin bisa nanem, tapi ndak semua bisa menjiwai.  Cara merawatnya ini yang kadang ndak semua orang itu mampu.  Dulu mantan istri saya mampunya itu ya bantu jual ke pasar, pas cerai ya saya sendiri tetap mandiri.  Saya telpon ke pedagang,  itu nanti ada pedagan bawa mobil yang angkut senidri ke pasar. Hari ini diangkut, besoknya saya sudah bisa terima uangya dari mereka 

Saya dan kelompok usaha tani di desa ini kami sama-sama berjuang untuk terus hidup. Ada bantuan dari teman-teman JMK ini saya percayakan sama kelompok. Karena saya juga sudah punya alat-alat tani yang lengkap, yang bantuan ini saya biarkan saja teman-teman kelola, di pake mereka yang lebih butuh.  Wiss, Saling bantu kita. Senang saya kita sama-sama maju. Dan saya jadi percaya diri juga kalau maju. Dapat doa-doanya dari teman. Saya ingin bangun keluarga lagi.    


Foto dan cerita , diceritakan kembali oleh Nurwahida, Tim Media Komunikasi JMK Oxfam
Ket : Daun Sup= Daun Seledri