Membangun  Asa di tengah Wabah Corona 

Membangun  Asa di tengah Wabah Corona 

Cerita Penggiat UMKM  dari desa Langaleso 
Membangun  Asa di tengah Wabah Corona 

Beliau adalah Ibu Aima (39 tahun), menjahit sudah menjadi aktivitas harian beliau selain menjadi Ibu Kepala Rumah Tangga dengan satu  orang anak. Pasca gempa bumi yang mengakibatkan likuifaksi di desanya pada 28 september 2018 silam, mata pencahariannya sebagai seorang penjahit juga ikut terdampak karena sebagian besar peralatan menjahit yang digunakan beliau rusak dan beberapanya ikut  hilang. Beruntung pasca gempa berlalu dirinya dan beberapa ibu rumah tangga yang juga berprofesi sebagai sesama penjahit di desanya mulai bergerak untuk kembali membagun semangat hidup mereka. Salah satunya ikut terlibat aktif dengan pembentukan kelompok usaha menjahit yang diinisiasi oleh JMK Oxfam pada respon emergensi tahun lalu. 

“Ia, jadi Alhamdulillah dengan adanya bantuan JMK Oxfam, kita dengan teman-teman berusaha bagaimana usaha menjahit ini berkelanjutan . Alhamdulillah adanya bantuan ini dengan proses yang saat ini dijalani, alhamdulillah teman-teman semua jadi semangat dank. Nanti tinggal bagaimana proses distribusi dan perencanaannya kedepan. Yang kami jahit tidak hanya seputar baju saja.  Kemarin juga kita sudah memproduksi tas berbahan dasar dari karung goni untuk kita pasarkan. Selain itu juga produksi masker. Apalagi pas wabah corona ini, sudah ada permintaan untuk produksi dalam jumlah besar, meskipun belum bisa segera  terlaksana karena butuh modal yang sangat besar” 

Sejak merebaknya virus corona di hampir seluruh wilayah Indonesia, beberapa protokol terkait keamanan  masyarakat  terus dilakukan oleh pemerintah guna menghentikan penyebaran covid-19. Tak terkecuali dengan protokol keamanan bagi sektor UMKM yang dampaknya sangat terasa bagi pendapatan ekonomi mereka. Namun seperti yang diungkapkan oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Teten Masduki dilansir dari laman Tempo, mengatakan bahwa  dampak wabah virus corona telah membuka peluang bagi pelaku usaha sektor mikro kecil. Sektor UMKM justru akan menjadi penyelamat untuk membangkitkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.  

Berbekal dari rasa optimisme tersebut, PKBI JMK Oxfam melalui sektor livelihood juga melakukan respon cepat dalam pencegahan covid-19 terlebih pada dampak ekonomi yang mulai dirasakan oleh sejumlah penggiat UMKM desa dampingannya. “Kita akan mendorong para kelompok usaha ini, khususnya bagi UMKM menjahit untuk memproduksi APD dan masker dalam jumlah besar. Selain dapat membantu perekonomian mereka, ibu-ibu ini tentunya akan kembali bersemangat meski sedang menghadapi wabah corona. Tentunya dengan tidak mengindahkan keamanan dalam bekerja” ujar Senior Officer Livelihood , Rina M. Sejalan dengan hal tersebut, penyaluran dana bantuan berupa “cash transfer” ke kelompok usaha ini akan mulai disalurkan secara bertahap pada April mendatang. 

“ Alhamdulillah, mendengar  akan segera ada bantuan ini, seperti kembali ada harapan. Karena tak dipungkiri, orderan menjahit yang biasanya sudah mulai padat menjelang puasa, sekarang terkendala karena adanya wabah. Semoga dengan adanya dana bantuan ini, malah jadi peluang besar.  Kami bisa segera memproduksi APD berupa masker dengan jumlah besar yang menjadi kebutuhan mendesak  saat ini “ ungkap ibu Aima menuturkan perasaan gembiranya (nwd-JMK/Oxfam)