Produktivitas Kelompok Usaha Jahit PKBI JMK Oxfam di Masa Pandemi Covid-19

Produktivitas Kelompok Usaha Jahit PKBI JMK Oxfam di Masa Pandemi Covid-19

Produktivitas Kelompok Usaha Jahit PKBI JMK Oxfam di Masa Pandemi Covid-19
 
Megawati (35) adalah seorang ibu rumah tangga di Desa Langaleso, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Mega, saat ini berprofesi sebagai penjahit di desa tempat dirinya hidup dan tumbuh. Desa yang pernah diterpa bencana alam likuifaksi dan gempa bumi sebesar 7,4 SR pada September 2018 silam. Mega bercerita, bagaimana diri  Kembali bangkit dari bencana alam yang telah meporakporanda Sulawesi Tengah, khususnya wilayah Palu, Sigi dan Donggala, menjadikan mata pencahariannya sebagai seorang penjahit hilang. “Dulu kami punya mesin jahit, tapi rusak karena ditimpah reruntuhan bangunan waktu itu,” kenang Mega.

Tapi, masih ada sebersit harapan tumbuh di hati Mega ketika JMK Oxfam melalui sector Livelihood mengunjungi Desa mereka. Melakukan respon darurat bencana hingga bantuan jangka Panjang melalui pemulihan ekonomi masyarakat. “H+5 bencana, kami turun ke desa Langaleso dan melakukan pendistribusian kebutuhan di masa darurat bencana. Kemudian di bulan Agustus, kami mencoba mendeteksi kelompok usaha untuk memulihkan ekonomi mereka.” Kata Sofyan, staff PKBI JMK Oxfam yang menjadi pendamping wilayah Langaleso. 

8

Di bulan Agustus itulah, PKBI JMK Oxfam secara aktif melakukan kegiatan pelatihan menjahit bagi perempuan-perempuan di desa Langaleso dan mendorong terbentuknya kelompok usaha jahit sebagai salah satu cara membangun ketangguhan ekonomi perempuan di desa tersebut. Kemudian, pada fase pemulihan pasca bencana, PKBI JMK Oxfam melakukan pendistribusian berupa bantuan modal usaha untuk kelompok jahit di desa Langaleso. Bantuan berbentuk modal usaha tersebut, dikelola secara berkelompok untuk memenuhi kebutuhan usaha seperti mesin jahit, kain, karet, dan perlengkapan lainnya. Berbekal dari bantuan tersebut, optimisme Mega bersama perempuan penyintas bencana lainnya Kembali aktif menjahit. 

Puing-puing harapan yang telah disusun rapi oleh Mega dan perempuan penyintas lainnya mulai terbangun kembali. Hingga sejak awal merebaknya virus corona di hampir seluruh wilayah Indonesia yang membawa dampak cukup buruk bagi manusia dari berbagai lini, termasuk sejumlah pegiat UMKM seperti kelompok usaha jahit Desa Langaleso. Usaha jahit yang baru mereka rintis Kembali, terpaksa harus berhenti sementara. Namun hal itu tidak berlangsung lama. PKBI JMK Oxfam mendorong para kelompok usaha khususnya bagi UMKM menjahit untuk memproduksi APD dan masker dalam jumlah besar mengingat permintaan terkait APD dan Maseker cukup banyak. Selain dapat membantu perekonomian mereka,  ini tentunya akan kembali bersemangat meski sedang menghadapi wabah corona. 

9 
“Alhamdulillah, kemarin kami menerima permintaan masker dari pemerintah desa di kecamatan Dolo. Mereka meminta dalam jumlah banyak dan hal itu sangat menolong kami untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata Mega.
Berkat seperti hal tersebut menjadi semangat bagi Mega dan kelompok jahit lainnya untuk terus produktif walau di masa pandemic covid-19 yang diketahui membawa pengaruh besar dalam ketahanan ekonomi. “Kami sangat bersyukur karena JMK Oxfam sudah terus membantu dan mendukung serta mendorong kami untuk bangkit dari keterpurukan, dan kami masih bisa terus bekerja walau disituasi pandemi.”

 

Foto dan Tulisan: Degina Adenessa