ICDRC - Strategi Adaptasi dan Kesiapsiagaan Nagari Menghadapi Covid- 19

ICDRC - Strategi Adaptasi dan Kesiapsiagaan Nagari Menghadapi Covid- 19

 

ICDRC - Strategi Adaptasi dan Kesiapsiagaan Nagari Menghadapi Covid19
 

Keterbatasan gerak dalam situasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai dampak semakin bertambahnya meluasnya pandemi Covid-19 di Sumatera Barat, mendorong JEMARI Sakato untuk menggunakan berbagai strategi untuk pelaksanaan Respon Covid19 di Kabupaten Agam. Agenda Respon Covid19 dilakukan melalui program ICDRC, setelah Oxfam Indonesia memberikan lampu hijau untuk semua mitra ICDRC mengalihkan budget yang belum dipakai dalam rencana program awal ke kegiatan respon. Semua mitra ICDRC NTT dan NTB (Pikul, YPPS, Konsepsi dan LP2DER) serta lembaga pengelola isu lintas sektor/ cross cutting issue (JEMARI Sakato, PKPA Medan dan SaPDA Jogja) langsung bergerak membuat workplan respon covid-19 untuk April – Juni 2020 sesuai durasi kontrak awal.

JEMARI Sakato mengawali agenda respon covid19 di Kabupaten Agam dengan melakukan pertemuan koordinasi bersama OPD terkait di kabupaten Agam (BPBD, Dinas kesehatan, Bappeda, DPMN) serta pemerintahan Kecamatan dan Nagari/desa yang akan di intervensi. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 16 April 2020 itu,  Jemari Sakato menyatakan memilih Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjung Mutiara sebagai lokasi intervensi. Pemilihan ini didasari oleh beberapa pertimbangan. Pertama, durasi respon yang sangat pendek hanya sekitar 2 bulan efektif, sehingga perlu dipilih lokasi yang secara psikologis sudah sangat dekat dengan JEMARI Sakato. Kedua, Nagari Tiku Selatan merupakan praktek baik JEMARI yang dijadikan sebagai salah satu pembelajaran (sharing knowledge) dalam program ICDRC. Beberapa waktu yang lalu, mitra ICDRC NTT dan NTB sudah melakukan kunjungan ke Tiku Selatan untuk berdiskusi dengan pelaku-pelaku UMKM serta pemerintah nagari. Selain itu, perkembangan pandemi Covid19 di kabupaten Agam cukup mengkhawatirkan sehingga perlu di dukung dengan upaya bersama untuk pemutusan rantai penyebaran virus ini. 

Program Manager ICDRC–JEMARI Sakato, Syafrimet Azis dalam kesempatan diskusi online tersebut mempresentasikan tentang rencana intervensi JEMARI di Tiku Selatan. Ditetapkan 4 kelompok kegiatan yang akan dilaksanakan di Tiku Selatan antara lain kegiatan pemetaan kebutuhan melalui survey on-line, kegiatan ini dikelola oleh peneliti JEMARI Sakato, Wahyu Hamdika. Dalam kelompok kegiatan ini diharapkan juga akan menghasilkan dokumen modul pembelajaran respon yang akan di sarikan dari pengalaman respon covid19 di Agam serta di wilayah ICDRC lainnya. Akan dikelola melalui agenda Webinar yang akan dilakukan secara rutin selama durasi respon. Kelompok kegiatan selanjutnya merupakan intervensi sumber mata pencaharian (sektor livelihood). Pilihan ini diambil sebagai upaya JEMARI ikut berkontribusi pada dukungan untuk UMKM. Meskipun tidak terlalu besar, namun setidaknya bisa memberikan stimulan pada sebagian kecil UMKM. Agenda ini tetap berkaitan dengan upaya pemutusan rantai penyebaran Covid19, misalnya memproduksi masker melalui UMKM di tiku Selatan. 

Selanjutnya upaya yang akan dilakukan adalah intervensi dalam sektor Sanitasi dan Air bersih (WASH program). Masih dalam upaya memutus penyebaran virus, direncanakan adalah kampanye pemutusan dan intervensi melalui dukungan pengadaan peralatan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) di beberapa titik yang potensial. Terakhir agenda yang akan didorong adalah penyusunan SOP tanggap Covid19 ditingkat Nagari, hal ini dianggap penting karena Nagari sebagai garda terdepan yang akan mengelola masyarakat untuk mengendalikan penyebaran virus. Dan untuk itu, nagari melalui Kelompok Siaga Bencana didukung untuk menyiapkan sebuah panduan yang lebih baik.      

Kepala Dinas kesehatan Kabupaten Agam yang diwakili oleh kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Tri Pipo menjelaskan bahwa beberapa hal penting yang sudah dilakukan Kabupaten serta ketersediaan sumberdaya di kabupaten. Menurut Tri Pipo, kehadiran JEMARI Sakato untuk memberikan respon di tingkat Nagari akan sangat bermanfaat dan harapannya dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terutama dalam penerapan PSBB. Demikian juga pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat Nagari, melalui Sekretaris Dinas, Wahyu S.H, MH menyatakan bahwa program yang akan dilakukan JEMARI akan di dorong untuk menjadi bagian dari kebijakan Kabupaten terutama yang berkaitan dengan advokasi kebijakan. Direktur JEMARI Sakato, Robi Syafwar pada saat menutup agenda pertemuan Zoom menyatakan terimakasih atas dukungan dari semua OPD terkait serta pihak Nagari yang diwakili oleh Sekretaris Nagari dan Kecamatan tanjung Mutiara yang langsung diikuti oleh Camat, Hidayat, S.IP.  
(Syafrimet Azis - JEMARI Sakato - ICDRC)