Tangguh Bencana dimasa Kenormalan Baru dalam Konteks Pandemik Covid 19 

Tangguh Bencana dimasa Kenormalan Baru dalam Konteks Pandemik Covid 19 

Tangguh Bencana dimasa Kenormalan Baru dalam Konteks Pandemik Covid 19 

New normal bukan berarti kita bebas dari pandemik. Tetapi beradaptasi dengan kebiasaan yang baru. – Gayus Novanto, Kepala Seksi Pencegahan Bencana BPBD Kota Palu 

Masuk ke era baru semua aktif kembali, roda perekonomian tetap jalan, kita kembali produktif dengan tetap berpegangan dengan protokol kesehatan. Karena kita tidak boleh berlarut-larut dalam status tanggap darurat. Semua orang punya hak untuk menjalani hidup dan aktivitasnya masing-masing. Kita terjebak dalam bahasa new normal, masyrakat kita beranggapan kalau kita masuk new normal, kenormalan baru, ini segala sesuatunya sudah terbebas dari pandemik covid. Tapi sebenarnya tidak. Kemarin pada saat status tanggap darurat, terkhusus untuk perputaran ekonomi itu kan kemarin hampir sebagian besar dilarang untuk melakukan aktifitas ekonomi. Contohnya café-cafe, mall, ini kan masih di larang saat masih  tanggap darurat. Dan akhirnya Pemerintah menarik kesimpulan bahwa sebenarnya kita tidak boleh begini terus menerus . Begitu masuk di era new normal artinya segala sesuatu yang terkait seperti yang sudah saya bilang tadi, roda perekonomian, aktivitas ibadah, statusnya dibuka kembali, tetapi tidak mengindahkan protokoler kesehatan.

WhatsApp Image 2020-07-14 at 09.22.53    Tim PRB JMK Oxfam saat melakukan koordinasi  program dengan Pak Gayus Novanto

Terkait dengan perpanjangan status tanggap darurat, kemarin kan ini sudah dikeluarkan kepala BNPB. Bahwa bulan Februari untuk penetapan status tanggap darurat diperpanjang lagi dari Maret ke Mei, sampai tanggal 29, tetapi kemudian , kita masyarakat bertanya tanya lagi, apakah akan ada perpanjangan lagi? Dan itu belum ada. Dari BNPB mengeluarkan statement  bahwasanya perpanjangan status tanggap darurat pandemik  covid ini tidak diperpanjang tetapi kita mengambil kepres RI NO 12 THN 2020 tentang penetapan status bencana nasional, selama kepres ini belum dicabut, kita masih berada dalam satatus masa pandemik covid 19.  Masih pakai protokoler itu.

Di fase new normal ini, ini kita baru lagi , artinya kemarin itu kita gak bisa buka roda perekonomian, sekarang itu boleh dibuka. Misal warkop ,harus mempunyai tempat cuci tangan, artinya sudah dapat berkumpul tetapi , berkunjung harus menggunakan masker, ketika anda masuk ke warkop, kursinya harus berjarak, dan pakai face shield. Dan Ini sosialisasinya  dari kami sudah terealisasi. 

Jadi, tangguh dalam bencana pandemik covid  tak lain dan tak bukan adalah patuh.  Patuh adalah hal yang paling utama. Berbagai macam himbauan pemerintah terhadap apa yg harus kita lakukan dimasa pandemik ini, terkait dengan itu seperti perilaku hidup bersih dan sehat, jaga jarak dan gunakan masker itu bentuk ketangguhan kita dalam menghadapi pandemik. 

Disusun & Diceritakan kembali oleh : Nurwahida, Tim Media Komunikasi JMK Oxfam